Bencana Supermoon Mengancam 19 Maret 2011 Mendatang



[Image: supermoon_ilustrasi_110311154216.jpg]



Supermoon. Ilustrasi





WAHINGTON - Pada tanggal 19 Maret, bulan akan mendekat ke Bumi dalam
posisi terdekat dalam 18 tahun terakhir. Pada malam hari, bulan akan
bersinar lebih terang dalam jarak hanya 356.577 kilometer jauhnya.
Selain itu, purnama akan penuh.



Dan, seperti diberitakan Space.com, para astrolog (bukan astronom)
meramalkan hal ini bisa menimbulkan kerusakan besar di planet ini.



Richard Nolle, seorang peramal mencatat dalam situs astropro.com
menyebut kejadian itu sebagai "Supermoon" ekstrem. Dalam kondisi ini,
katanya, kekacauan akan terjadi: badai besar, gempa bumi, gunung berapi
dan bencana alam lainnya akan terjadi berbarengan di Bumi.



Benarkah demikian?



Para ilmuwan telah mempelajari skenario yang berkaitan selama beberapa
dekade. Bahkan dalam kondisi normal, bulan cukup dekat ke bumi untuk
membuat kehadirannya terasa; menyebabkan pasang surut dan aliran pasang
air laut.Gravitasi Bulan bahkan dapat menyebabkan -- walau dalam skala
kecil -- arus pasang di beberapa benua. Pasang surut terjadi saat
purnama ketika matahari dan bulan segaris dengan bumi.



Menurut John Vidale, seorang seismolog di University of Washington di
Seattle dan direktur Pacific Northwest Seismic Network, Supermoon memang
memicu gempa bumi. "Kita bisa melihat peningkatan yang sangat kecil
dalam kegiatan tektonik ketika mereka selaras," kata Vidale pada situs
Space.com.



Pada saat bulan purnama, "Anda melihat peningkatan yang kurang dari 1
persen aktivitas gempa bumi, dan respons yang sedikit lebih tinggi di
gunung berapi."



Pengaruh pasang surut pada kegiatan seismik yang terbesar di zona
subduksi seperti Pacific Northwest, di mana satu lempeng tektonik yang
meluncur di bawah yang lain. William Wilcock, seismolog di University
of Washington, menjelaskan "Ketika Anda memiliki air surut, ada sedikit
air, sehingga tekanan pada dasar laut lebih kecil tekanannya, itulah
yang membuat lebih mudah bagi pergeseran itu. "



Menurut Wilcock, aktivitas gempa di zona subduksi pada gelombang rendah
adalah 10 persen lebih tinggi dibandingkan pada waktu lain hari, tetapi
ia tidak melihat ada korelasi antara aktivitas gempa dan kedekatan bulan
bulan.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment