10 Tips Menahan Marah



1. BERWUDHU

Air sejuk yang dicipratkan atau dibasuhkan saat berwudhu akan mengurangi
panasnya bara api amarah dalam hati. Kalau saat marah sedang berdiri
maka duduklah. Jika sedang duduk masih emosi, maka berbaringlah. Dan
jika masih juga belum tertahankan maka berwudhulah. Lebih baik jika
dilanjutkan dengan shalat sunnah.



2. LEBIH RELIGIUS

Perbanyak bacaan Islami/ relijius, ikutlah berbagai aktivitas masjid/
pengajian. Karena, berada di komunitas spiritual, membantu diri kita
khusnudzon/ berpikir positif. Dan, pada akhirnya akan mengekang segala
negative thinking, emosi dan dengki.



3. SENYUM DAN TERTAWA

Amarah dan humor memang tidak sama dan tak mungkin dalam satu waktu.
Sehingga jika mau tertawa, dan tak ada salahnya menertawakan diri
sendiri pada saat suasana mulai tidak mengenakkan hati...maka amarah
yang siap keluar bakal mereda. Ingat-ingat juga lagu Raihan dan tausiyah
Aa Gym tentang Senyum.



4. MENDENGARKAN

Cobalah untuk menutup mulut, diam... mendengarkan. Diam sanggup meredam
amarah, saat bersitegang dengan lawan bicara. Setelah itu, saat
berbicara, maka nada bicara akan terdengar lebih bijak. Itulah kenapa
Allah memberikan 2 buah telinga dan 1 buah mulut kepada manusia. Artinya
Manusia harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.



5. TINGKATKAN EMPATI

Lihat situasinya menurut perspektif orang lain. Ini akan membuat kita
menemukan kecakapan baru, bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Maka,
orang lain akan lebih menghargai kita.

6. MEMAAFKAN

Betapa pun pernah luka yang dalam dan membekas di hati, cobalah untuk
memaafkan... Meskipun hal itu tidak mungkin untuk dimaafkan. Cobalah
melepaskan amarah dengan memaafkannya. Percayalah, hidup akan lebih
ringan dan aura akan lebih memancar dengan lebih sering memaafkan.



7. TOLERANSI

Belajar menerima orang lain apa adanya, bukan ingin menjadikan mereka
sesuai kehendak kita. Dengan toleran, maka pada saat berbicara, kita
akan lebih didengarkan orang lain.



8. SAHABAT KARIB

Seorang sahabat karib, bisa dipercaya dan dapat memberikan dukungan buat
kita saat diperlukan. Sahabat juga tempat untuk berbagi. Dengan
berbagi, gemuruh amarah akan menemukan pelepasannya, sehingga bisa
diredakan. Curhat, tapi tidak ngegosip!



9. BAHASA POSITIF DAN LUGAS

Meskipun marah karena merasakan ketidak adilan pada diri kita, tetaplah
fokus dan selektif. Gunakan bahasa positif namun lugas dan santun dengan
nada suara rendah. Ini bisa membuat rasa marah mereda dan bicara
kitapun akan lebih diperhatikan, dibandingkan jika mengungkapkannya
dengan nada tinggi dan keras, apalagi jika sampai memaki dan
menghujat...



10. BINATANG PELIHARAAN

Nah, daripada saat marah "seluruh isi kebun binatang" keluar dari mulut,
lebih baik memelihara hewan kesayangan. Ini tidak menuntut banyak,
kecuali makanan dan perhatian. Memelihara hewan kesayangan adalah
tindakan bagus dan baik, sebagai awal untuk belajar memperhatikan
lingkungan sekitar. Penelitian psikologis, menunjukkan bahwa secara
fisik dan emosi, pemilik hewan kesayangan lebih baik, dibandingkan yang
tidak memilikinya.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Post a Comment